Budaya Karo

Ikon

Sifat dan Tabiat Orang Karo

Berikut adalah rangkuman dari sebuah artikel berjudul “Sifat dan Tabiat Orang Karo” yang ditulis oleh Drs. Tridah Bangun. Kebetulan artikel tersebut diterbitkan dalam kumpulan artikel-artikel tentang masyarakat Karo dengan judul yang sama (Bangun, Tridah. Sifat dan Tabiat Orang Karo. Yayasan Lau Simalem, Jakarta, 2006).

Tulisan beliau tersebut juga merupakan hasil wawancara terhadap 3 orang pakar adat istiadat Karo yakni (alm.) Nulbasi Bangun, (alm.) Sental Sinuraya, dan (alm.) Gancih Tarigan dan hasil-hasil penggalian tulisan-tulisan dengan tema serupa yang sudah ditulis sejak lama. Ada paling tidak ditulis pada artikel tersebut 15 sifat-sifat yang umum dimiliki oleh manusia Karo.

Sifat-sifat yang dituliskan dalam artikel tersebut yang sudah diringkas antara lain :

  • Jujur

    Orang Karo umumnya tinggal di kampung. Mereka hidup dengan kekeluargaan dan kebersamaan yang tinggi di lingkungan tradisional tersebut. Oleh karena itu segala hal seperti memberi dan menerima dilakukan secara wajar tanpa ada kecurangan. Biasanya jika diketahui ada yang berbuat curang maka akan mendapat hukuman yang berat dari masyarakat.

  • Tegas

    Manusia Karo memiliki sifat tegas, cepat berpikir, dan cepat bertindak. Mereka tidak begitu lembut menghadapi suatu masalah, apalagi masalah yang dianggap prinsipil, meski sebenarnya dapat memberi risiko bagi diri sendiri ataupun keluarganya.

  • Berani

    Sejak kecil seorang Karo diajar oleh orang tuanya atau neneknya bahwa setiap manusia sederajat, tidak ada yang lebih istimewa tidak ada yang lebih hina. Yang berbeda hanyalah suratan tangan dan takdirnya. Mungkin hal ini lah yang menyebabkan seorang Karo tidak pernah ragu untuk berbuat atau pergi ke mana pun. Mereka berani karena benar dan mengaku salah jika memang melakukannya.
    Keberanian ini juga ditunjukkan ketika berkecamuk perang antara kerajaan Deli dan kerajaan Aceh pada abad XVII dan juga perjuangan melawan penjajahan Belanda.

  • Percaya Diri

    Umumnya orang Karo percaya pada kekuatannya sendiri. Mereka jarang menggantungkan nasib pada orang lain.

  • Pemalu

    Sifat pemalu dimiliki dengan kuat oleh orang Karo, terutama rasa malu kalau menggantungkan diri pada orang lain dan juga kalau harga diri dan nama baik keluarga sudah tercoreng.

  • Tidak Serakah

    Secara umum orang Karo tidak serakah atau tamak. Mereka memang mendambakan hidup sejahtera namun bukan melalu cara serakah. Mereka gigih mempertahankan sesuatu kalau memang itu adalah haknya.

  • Mudah Tersinggung dan Pendendam

    Kebanyakan orang Karo cepat tersinggung jika dirinya atau keluarganya dikata-katai secara negatif oleh orang lain, baik secara terbuka maupun terselubung. Kalau sudah tersinggung orang tersebut segera menjumpai orang yang menghinanya dan menyelesaikan dengan segera. Kalau tidak maka akan berlarut menjadi dendam. Biasanya dendam itu ingin dilunasi dengan cara yang kurang pertimbangan rasional.
    Untuk menghindari penyelesaian secara irasional, biasanya ada pihak ketiga yang berusaha mendamaikan secara adat.

  • Berpendirian Teguh

    Orang Karo umumnya berpendirian teguh. Sekali memiliki suatu pendirian, sukar baginya untuk merubah pendiriannya tersebut, kecuali kalau dalam situasi terpaksa. Tapi biasanya ini terjadi saat-saat tertenu, misalnya bersandiwara atau pada orang lain.

  • Sopan

    Pembawaan sopan bergaul ditengah orang ramai dan dalam keluarga, merupakan bagian dari sikap hidup orang Karo. Sikap ini mungkin dilandasi pemikiran bahwa dalam bermasyarakat harus saling menghargai yakni berbuat sopan dan menghormati pihak lain, bukan dengan pura-pura. Gaya orang Karo berbicara menunjukkan sikap sopan dengan tutur kata yang halus dan tidak keras.

  • Selalu Menjaga Nama Baik Keluarga dan Harga Diri

    Sejak kecil orang Karo diajari harus pandai-pandai menjaga diri dan nama baik keluarga. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari orang Karo sangat menghargai martabat keluarganya. Maka seseorang selalu terpanggil jiwanya untuk membela kehormatan keluarganya jka hal itu dianggapnya pantas. Pencemaran nama baik keluarga dianggap merupakan tamparan bagi seluruh anggota keluarga turun temurun dan pasti menimbulkan dendam kesumat, yang kadang-kadang nyawa sering jadi taruhannya.

    Menyangkut harga diri dan keluarga, sejak belasan tahun terakhir ini pada sebagian masyarakat Karo, telah berkembang upaya untuk tidak mau kalah dari orang lain dan menunjukkan bahwa dia juga berkemampuan seperti apa yang telah ditunjukkan.

  • Rasional dan Kritis

    Berpikir kritis dan rasional juga merupakan sifat khas orang Karo. Dalam menghadapi persoalan, orang Karo tidak begitu cepat emosional, tapi selalu dipikirkan dulu secara rasional dan kritis. Oleh karena itu mereka tidak begitu mudah terbuai oleh suatu rayuan. Sikap kritis ini sering membuat pihak lain kecewa karena dianggap bandel sehingga tidak mudah membawanya ke satu tujuan yang dimaksudkan. Contohnya adalah dalam penyebaran agama di dalam masyarakat Karo.

  • Mudah Menyesuaikan Diri

    Karena sopan bergaul, selalu menghormati sesama anggota masyarakat, orang Karo secara mudah mampu menyesuaikan diri di tengah masyarakat baru, tempat mereka berdomisili.

  • Gigih Mencari Pengetahuan

    Karena sadar dalam hidp selalu kekurangan ilmu sebagai pegangan hidup, orang Karo sejak dulu sangat gandrung mencari ilmu pengetahuan. Maka ditiap kesempatan yang memungkinkan, orang Karo mencari ilmu pengetahuan dengan segala kegigihan. Untuk mendapat ilmu pengetahuan, mereka rela menempuh dengan segala penderitaan. Rintangan mereka atasi dengan segala ketabahan.

  • Mudah Iri dan Dengki

    Iri dan dengki dalam bahasa Karo adalah cian. Teman sejoli dari iri adalah cemburu. Keduanya ini secara nyata selalu mengarah pada yang tidak baik. Sifat-sifat dengki/cemburu masih bersemayam pada masyarakat Karo.
    Penyakit lain yang mirip yang masih ada dalam masyarakat Karo adalah kesukaan sebagian besar kaum ibu-ibu mengata-ngatai orang lain secara negatif. Sifat ini dalam bahasa Karo adalah “Cekurak“.

  • Mementingkan Prosedur

    Orang Karo sejak zaman dulu ternyata mematuhi apa-apa yang telah menjadi kesepakatan bersama mengenai berbagai persoalan. Seseorang jarang sekali melanggar kesepakatan itu, sebab besar resikonya. Karena itu jika ada anggota masyarakat yang berbuat melangkahi aturan umum, biasanya terjadi keributan.

Filed under: Lain-Lain, ,

6 Responses

  1. Eben Ezer Brahmana mengatakan:

    ini orang karo yg jaman dulu yah mungkin, tp kalo sekarang kayaknya 60/40 yah lebih banyak yg tidak seperti diatas.

  2. Eben Ezer Brahmana mengatakan:

    Sifat Orang karo jaman sekarang ini :
    – Penipu
    – Sombong, angkuh
    – Bodoh
    – Tidak perduli satu sama lain
    – Tidek konsisten, Plinplan
    – Tidak punya malu
    – Suka Menjelek jelekkan orang lain
    – Suka Memaksakan diri
    – Suka Ngutang dan tidak suka bayar

    Memang tulisan saudara sama persis dengan pengajaran orang tua saya semasa saya hidup di tanah kelahiran saya di jawabarat, dan saya sempat membaca buku cerita PAWANG TERNALEM yg di berikan oleh bapak saya cetakan pertama dengan ejaan lama, saya tertegun membaca karakter2 yg bersangkutan dalam cerita tersebut.
    setelah puluhan tahun saya lahir dan hidup di Bandung dan saya coba ingin merasakan hidup dikampung sendiri ternyata seperti diatas lah tanggapan saya terhadap suku saya sendiri. Bila saya punya pilihan lebih baik saya kembali ke tanah kelahiran saya ketimbang harus kembali ke kampung halaman tanah kelahiran orang tua saya….

  3. Indah Chaibara mengatakan:

    seperti nya anda eben ezew brahmana mempunyai masalah dengan orang karo sehingga mengatakan seperti itu
    seharusnya berpikir sebelum berkomentar

    • makaro mengatakan:

      jangan gitu eben, semua ada baik an buruknya. contohnya ada org karo jadi menteri, jadi jenderal, pemain karate dunia, dan grandmaster di catur. mari kita perbaiki yang jelek, dan memelihara yang baiknya,bjr

  4. ♂ (@ArINewSchool) mengatakan:

    Semua suku sama saja🙂
    Karena kita semua satu TUHAN o:)

  5. epi mengatakan:

    jangan bertengkar““
    betul tuh”’
    walaupun beda suku,tapi satu tuhan kn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kontak Saya





Twitter Terbaru

%d blogger menyukai ini: